TUGAS UAS





6
DIK 362 METODE PENELITIAN

SOAL UAS 10/06/2013, kerjakan hingga pukul 17.00 semua jawaban di dalam blog masing2, cek dan daftarkan nama kalian diatas …. bila selesai mengisi komen dg nama dan nim …

coba anda buat satu halaman/page dengan nama TUGAS UAS lalu jawablah pertanyaan dibawah ini :

1. Bagaimana proses alur produksi mulai dari material dasar hingga produksi. jelaskan apakah konsep ini masih berlaku bila memakai material modern …

2. konsep apa yang kalian munculkan bila dihadapkan pada material alam dan jelaskan mengguanakan gambar /image  dan video movie dari youtube

—–

1. Kriya adalah bidang keilmuan mempelajari pengetahuan, keterampilan dan kreatifitas berkarya rupa, yang bertolak dari pendekatan medium, kepekaan estetik, kebutuhan keseharian (utiliatrian) dan mengandalkan keterampilan manual ( manual dexterity ). Hasil karya kriya diutamakan mengandung nilai keunikan konseptual, tema, imajinatif, emosional dan inderawi (visual, tactile, olfactory). Kriya juga merupakan metoda berkarya sekaligus mendesain produk yang mengutamakan nilai kualitas estetika, fungsional, keunikan, tema, makna dan pesan filosofis. Kriya di ITB lebih difokuslan pada ilmu dan keterampilan dalam menciptakan konsep, bentuk dan gaya (fashion) dalam arti luas dalam industri kreatif . Karya Kriya yang dirancang lebih bersifat eksklusif memiliki nilai tambah dalam berbagai sisi, karena dalam proses pembuatannya menghandalkan keteramplan tenagan ( handmade ). Pada tahap-tahap akhir mata kuliah studio, mahasiswa lebih diarahkan kerjasama dengan disiplin ilmu lain seperti kimia, arsitekur, interior dan manajemen. Pada konsep lain kriya dapat diproduksi ulang untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah banyak, namun terbatas. Produk Kriya sulit dibajak atau ditiru, karena unik dalam mengunakan material, unik dalam proses penyatuan, unik dalam sentuhan akhir karya, maka tidak ada produk satu dengan yang sama persis dan selalu dinamis. Fungsi bambu telah bertransformasi menjadi banyak hal, yang awalnya sebagai obat kemudian berkmbang menjadi bahan bangunan sampai sekarang digunakan menjadi bahan baku seni kriya dan kerajinan. Lopez dan Shanley (2004) menyebutkan bahwa bambu termasuk keluarga rumput-rumputan dan merupakan tumbuhan paling besar di dunia dalam keluarga ini.   Ada   lebih dari 1200 spesies bambu dan kebanyakan terdapat di Asia. Tumbuhan yang indah ini, dengan kekuatan dan kelenturannya, memiliki manfaat yang tidak terbatas. Bambu telah menjadi bagian alami dari kehidupan, mulai dari lahir hingga mati. Di Cina dan Jepang, pisau bambu digunakan untuk memotong tali pusar bayi pada saat dilahirkan, dan jenazah orang yang meninggal diletakkan diatas alas yang terbuat dari bambu. Tumbuhan ini sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat sehari-hari (Lopez & Shanley 2004).

  • tahap pertama adalah tahap pra produksi yang berisikan materi tentang perencanaan dan design, perencanaan adalah tahap dimana kita memilih jenis bambu yang akan digunakan yang disesuaikan dengan design yang akan kita buat, karna struktur bambu tiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda-beda maka dari itu semakin rumit desain yang akan kita buat maka kita harus memilih bahan yang berasal dari jenis bambu yang sedikit lentur.
  • tahap kedua adalah tahap produksi dimana dalam tahap ini kita mulai memproduksi karya yang sudah kita rancang sedemikian rupa dengan meyesuaikan pada karakteristik jenis bambu.
  • tahap ketiga adalah finishing, dalam tahap ini kita dituntut untuk membuat detail-detai unik sesuai dengan ciri dari produk kita untuk menambah keeksklusifan produk yang kita hasilkan.

—-

festival layang layang

2. Konsep yang saya tawarkan disini semua berdasarkan dari filosofi bambu yang berasal ari negara asli indonesia, sebelum terjadi peglainan terhadap budaya seperti batik ada baiknya kita gunakan budaya sendiri menjadi konsep imaginatif.

layang-layang ini lalat pada prinsip yang berbeda dari layang-layang paling. Dalam aksi itu lebih seperti layar sebuah perahu yang pemecah di angin. Akibatnya aksi bentuk berlayar apa yang dapat disebut sudut anhedral, yang mundur dalam bentuk untuk dihedral. Ini adalah tipe ekor kurang, dan kurang ukuran kemantapan yang ekor menyediakan, dapat lebih tidak menentu dalam penerbangan. Namun demikian, cara hidup yang membuat sebuah layang-layang yang menarik untuk terbang. Kerangka ini dari jenis yang paling sederhana, terdiri dari tulang punggung dan lintas-strut (A dan B, Gambar. 3) yang disusun dalam bentuk salib.layang-layang bisa dibuat sehingga kerangka akan melipat untuk kenyamanan dalam transportasi. Dua potong 3 / 8 in persegi-kayu strip diperlukan. Ini adalah 2 ft 6 inci panjangnya. Takik potongan-potongan di ujung dan bulu mereka bersama dengan benang halus, strut-lintas yang 6 inci dari atas tulang punggung. Seperti layang-layang ini dapat dilipat ketika dibutuhkan, tidak ada lem digunakan dalam pembuatan kerangka kerja bersama. Tie string mengikat sedemikian rupa sehingga mudah bisa dihapus.

String bracing dipasang berikutnya. Gunakan tipis, string kuat dan mengambil alih ujung kerangka melalui takik disediakan. Tie berakhir di bagian bawah tulang punggung. cover terbuat dari bahan katun ringan, seperti kain katun. Hal ini dipotong agak lebih lebar dari frame, sehingga perut keluar seperti berlayar di angin.Meletakkan kerangka bahan tersebut dengan tambahan 2 1 / 2 in bulat semua, 1 masuk yang membentuk tumpang tindih, dan gunting. Ketika dekorasi penutup, menandai desain dengan pensil dan warna dengan warna minyak kain lukisan. Sebuah desain yang berani sederhana yang paling efektif, dan warna cerah harus digunakan. Perhatikan bahwa desain dicat di sisi depan, di mana tali kekang yang terikat .

Untuk memasang penutup, menjahit margin 1 masuk rapi ke bawah string bracing, tetapi tidak mengikat untuk framework.Dengan cara ini strut-silang bisa dihapus, diletakkan di sepanjang tulang belakang, dan menutup putaran membungkus mereka ketika layang-layang sedang diambil dari tempat ke tempat.kekang ini terbentuk dari string yang kuat yang panjangnya 5 ft. Hal ini terikat dalam satu lingkaran, 4 masuk dari masing-masing ujung tulang punggung. Garis layang-layang melekat ke tali kekang dengan simpul bowline dan simpul karang sehingga bagian atas tali kekang lebih pendek dari bagian bawah. Titik mengikat tepat akan ditemukan oleh percobaan, dan penyesuaian untuk mengamankan ini mudah dibuat. Meskipun layang-layang ini biasanya tidak memiliki ekor, mungkin membantu agar sesuai satu pendek jika layang-layang berperilaku juga tak menentu dalam penerbangan.

8

23

7

9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s